Senin, 05 Oktober 2009

materi kultum subuh

materi kultum untuk suami

Assalaamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Jamaah sholat subuh yang dimuliakan Allah.

Puji syukur sepatutnya kita panjatkan hanya kepada Allah SWT, karena hanya karunia Allahlah maka pada pagi ini kita semua masih diberikan kesempatan untuk menikmati kehidupan yang fana ini. Solawat dan Salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya sampai akhir Zaman.
Seperti telah kita ketahui bersama, bahwa beberapa hari ini kita telah dikejutkan dengan peristiwa musibah yang melanda saudara kita di Padang-Sumatra Barat, dengan sedikit digetarkannya bumi Allah ini dan luluh lantaklah yang ada diatasnya.
Begitu serempaknya berita, seluruh saluran Televisi dari pagi hingga petang, berlomba-lomba menayangkan gambar-gambar dan berusaha menyusun kalimat yang memilukan. Bagaimana tidak? Gedung-gedung bertingkat yang tadinya nampak gagah dan kokoh telah hancur, tiang-tiangnya yang kuat ternyata tidak mampu menyangganya. Jalan-jalan terputus seolah bumi terbelah. Ratusan rumah telah rata dengan tanah, harta benda terkubur didalamnya dan bahkan sebuah desa telah tertimbun akibat longsornya sebuah bukit, diyakini pula bahwa dibawah longsoran itu, masih tertimbun ratusan tubuh yang sudah tidak bernyawa lagi. Mudah-mudahan mereka syahid. Amin. Seorang ibu kehilangan suami dan anaknya, seorang anak kehilangan ibunya dan masih banyak lagi potret kesedihan. Begitu mirisnya pemandangan itu.
Padahal belum lama ini, musibah yang sama juga dialami saudara kita di Tasikmalaya. Tidak kalah pedihnya dan hancurnya hati mereka. Sampai saat ini belum pulih kondisi mereka. Rumah-rumah dan bangunan yang hancur belum terbangun lagi, harta benda yang rusak seperti mobil dan perabotan belum tergantikan, kesedihan mereka karena kehilangan sanak keluarga juga belum terobati dan masih banyak kepedihan-kepedihan yang belun tergantikan.
Namun demikian, seberapa berat kepedihan yang mereka tanggung saat ini, kita harus ingat bahwa ada peristiwa yang lebih besar bahkan maha dasyat, yang kelak akan terjadi dan pasti terjadi yaitu ketika bumi diguncangkan. Isi perut bumi akan dimuntahkan. Allah SWT, telah mengingatkan semua itu dalam surat Al Zalzalah ayat 1-3 :
Yang artinya:
1- Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat),2- dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya,3- dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (jadi begini)?”,

Jamaah subuh yang dirahmati Allah.

Apa yang terjadi di Tasikmalaya dan di Padang-Sumatra Barat, hanyalah contoh kecil dari kejadian serupa yang lebih dahsyat yang akan terjadi kelak, entah kapan terjadinya tapi pasti terjadi. Allah SWT merahasiakan waktunya.
Musibah yang terjadi adalah sebagai contoh dan peringatan dari Allah, agar kita selalu ingat bahwa apa yang kita miliki, kita banggakan hanyalah sementara dan setiap saat Allah bisa saja mengambilnya dalam sekejap mata, bahkan kita juga dalam genggamannya dan akan kembali padaNya. Untuk itu, setiap saat kita harus selalu ingat dan bersyukur akan karunia yang telah Allah berikan kepada kita. Namun pada kenyataannya, sedikit sekali dari kita yang mau memperhatikan peringatan tersebut dengan selalu ingat dan kembali pada-Nya serta bersyukur atas semua karunia yang telah diberikan-Nya.
Ketika diberikan sedikit kenikmatan dan kesenangan, kita menjadi sombong, berbangga diri dan lupa bersyukur pada Allah. Kita lupa bahwa apa yang diterimanya ini sebenarnya hanyalah ujian dari Allah. Betapa sibuknya kita menumpuk harta, bergelut dengan pekerjaan, bersenang senang serta memperturutkan hawa nafsu sehingga tak ada waktu lagi untuk mengingat Allah, waktunya telah dihabiskan hanya untuk urusan dunia. Kitapun lupa bahwa kita juga harus berbagi kenikmatan dengan orang lain.
Lalu ketika Allah mendatangkan ujian berupa bencana dan berbagai kesulitan, kita baru ingat pada Allah, ada diantara kita yang berkeluh kesah, bahkan ada pula yang mengumpat kesana kemari. Hal ini telah disinyalir oleh Allah dalam surat Al Fajr 15-16
Yang artinya:
15- Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”.
16- Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”. (Al Fajr 15-16)
Seorang mukmin harus yakin dengan sepenuh hati bahwa ketika ia sedang ditimpa kesulitan atau musibah, ini merupakan ujian dari Allah, dan seorang mukmin harus yakin bahwa Allah sedang berniat mengangkat derajadnya melalui ujian itu.

Jamaah subuh yang dikaruniai Allah.

Keterkejutan kita ketika mendengarkan berita musibah yang menimpa saudara-saudara kita, apakah hanya sampai pada terkejut saja? Apakah kita hanya akan duduk diam menikmati siaran berita saudara-saudara kita di televisi sambil tangan kita memegang remote mencari-cari berita dari satu saluran ke saluran lain yang menayangkan kepedihan saudara kita yang tertimpa musibah. Ataukah kita akan segera tergerak hati dan melakukan gerakan sosial dengan mengeluarkan sebagian harta kita untuk ikut membantu meringankan penderitaan mereka.
Inilah ujian bagi kita sebagai saudara mukmin. Kita korbankan sebagian harta kita untuk saudara kita yang terkena musibah. Allah akan mengangkat derajad kita melalui musibah tersebut.
Betapa hancurnya meraka, mereka kehilangan keluarga, rumah dan harta benda.

Jamaah subuh yang dikaruniai Allah.

Kalau televisi berlomba-lomba menayangkan gambar-gambar yang memilukan, marilah kita, sebagai seorang mukmin berlomba-lomba mengolah ladang-ladang amal kita dengan berbagi rizqi untuk membantu saudara-saudara kita yang kesusahan. Seberapapun harta yang kita keluarkan akan sangat berarti untuk saudara kita. Kalau perlu kita paksakan diri untuk membantu mereka untuk berbuat lebih banyak, beramal lebih banyak. Karena saudara-saudara kita sangat butuh bantuan.

Jamaah subuh yang dirahmati Allah.

Sebagai kesimpulan, kita harus bersyukur dan berbakti pada Allah atas semua nikmat yang telah kita terima, bukan membuang buang waktu untuk bersenang senang dan memperturutkan hawa nafsu. Berbagai bencana yang terjadi di dunia ini adalah peringatan dari Allah agar manusia kembali kepada Allah. Kalau Allah mau, semua kenikmatan itu dapat lenyap dalam sekejap mata. Gempa bumi, angin topan, badai, gelombang tsunami, tanah longsor, banjir bandang, dalam sekejap mata dapat melenyapkan semua kenikmatan yang kita miliki selama ini
Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang dicintai dan mencintai Allah, Tidak silap mata dengan harta yang kita miliki, dan mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang diberi kepekaan sosial yang tinggi. Amin Allahumma Amin.
Demikian kultum yang bisa saya sampaikan. Billahi taufik wal hidayah.
Assalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar